Fakta Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali

Bali merupakan pulau yang terkenal akan destinasi wisata yang indah. Tidak heran jika pulau bali ini menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Sehingga pulau bali ini banyak dikunjungi, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing.

Salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di pulau Bali adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana. Di taman ini terdapat patung yang memiliki tinggi hingga 121 meter. Nah mau liburan kesana? Pesan tiket gwk dulu ya.

Fakta Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai fakta patung Garuda Wisnu Kencana. Patung GWK ini merupakan patung yang berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung 80364.

Patung Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud dewa Wisnu yang mengendarai burung garuda. Patung ini memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga patung ini dapat dilihat hingga sekitar 20 km. Jadi dapat dilihat dari pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua hingga Tanah Lot.

Dibangun Selama 28 Tahun

Patung GWK di gagas pada era presiden Soeharto, yaitu pada tahun 1989, namun baru disetujui oleh presiden Soeharto pada tahun 1990. Penggagasan ini dilakukan oleh seniman Nyoman Nuarta.

Pembangunan sempat terhenti pada tahun 1998, karena krisis moneter. sampai akhirnya patung ini dilanjutkan dan selesai selama 28 tahun.

Patung Tertinggi ke 2 di Dunia

Patung GWK mendapat predikat patung tertinggi di Indonesia. Patung GWK juga mendapat predikat patung tertinggi ke 2 di dunia setelah patung Spring Temple Buddha di China yang memiliki tinggi sekitar 153 meter.

Patung GWK ini merupakan patung tertinggi ke 2 di dunia sehingga patung GWK mengalahkan tinggi patung Liberty di Amerika yang memiliki tinggi 93 meter.

Pembangunan yang Mahal

Memiliki ukuran yang besar membuat patung GWK juga menjadi patung yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membangunnya. Biaya yang dihabiskan adalah sekitar 450 milliar rupiah.

Hal ini dikarenakan pembangunan menggunakan alat alat yang canggih. Namun dengan biaya yang besar tersebut GWK memiliki fasilitas yang lengkap.

Melibatkan 1000 Pekerja

KArena ukurannya yang bisa dibilang raksasa, tidak heran jika patung ini melibatkan banyak sekali pekerja, yaitu sekitar 1000 orang pekerja. Pekerja patung tersebut dibagi menjadi 2, sekitar 400 orang bekerja di Bandung dan sekitar 600 orang sisanya bekerja langsung di pulau Dewata Bali.

Terdapat Mata Air Abadi

Di Kawasan Patung GWK terdapat sumber mata air yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Mereka menyebutnya sebagai Pura Somaka Giri. Konon mata air ini tidak pernah kering meskipun musim kemarau melanda.

Karya Seniman I Nyoman Nuarta

Patung yang berukuran raksasa ini merupakan karya anak bangsa, tepatnya karya dari seniman I Nyoman Nuarta. Beliau merupakan seniman yang lulus dari Institut Teknologi Bandung. Patung Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu karya beliau yang saat ini masih bisa dinikmati.

Selain Patung Garuda Wisnu Kencana, karya lain dari I Nyoman Nuarta adalah monumen raksasa yang terletak di dermaga Ujung Madura, Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Koartim) Kota Surabaya yang bernama “Jalesveva Jayamahe”.

Monumentersebut menggambarkan seorang perwira TNI Angkatan Laut lengkap dengan pedang kehormatan menerawang ke arah laut. Monumen tersebut memiliki tinggi sekitar 60,6 meter. Monumen tersebut menggambarkan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis untuk mencapai cita cita bangsa Indonesia.

Dibangun diatas Lahan Bekas Penambangan Kapur Liar

Fakta yang terakhir adalah pendirian patung tersebut dilakukan di atas lahan bekas penambangan kapur liar. Di daerah Unggasan Bali, memang banyak lahan kapur. Terutama lahan tempat dibangunnya patung GWK yang merupakan lahan bekas penambangan kapur liar yang sudah ditinggalkan.

Itulah beberapa fakta mengenai Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana yang ada di Bali. Tertarik untuk pergi kesana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *